Open House Museum MACAN 2024: Gratis Untuk Semua Kalangan!

Kapan lagi melihat pameran kelas dunia secara gratis di ibukota? Inilah jawabannya. Karena museum MACAN sedang mengadakan Open House untuk seluruh warga Indonesia tanpa dipungut biaya. Ya, Gratis!

Setelah sukses dengan pameran bertajuk “Voice Against Reason” Museum MACAN kembali memberikan kesempatan luas secara cuma-cuma bagi pengunjung untuk menikmati museum. 

Hal ini diumumkan secara resmi melalui kanal instagram Museum MACAN pada hari Sabtu (13/4) yang menyebutkan bahwa para pengunjung dapat menikmati museum tanpa dikenakan biaya. 

You’re invited to: #MACANOpenHouse Nikmati akses tanpa biaya ke Museum MACAN, dengan berbagai pilihan pameran yang bisa dijelajahi,” tulis @museummacan dalam captionnya. 

Museum dengan luas 7.100 meter persegi ini membuka acara Open House ini secara terbatas mulai dari tanggal 16 hingga 21 April 2024. Pengunjung dapat menikmati pameran dengan melakukan reservasi di situs resmi Museum MACAN. 

Dalam gelaran Open House ini, museum MACAN menampilkan “THE 5TH VH AWARD” dan pameran Ruang seni anak bertajuk “Rega Ayundya Putri: Fauna Wastopia”. Pameran yang ditampilkan sangat interaktif kepada semua pengunjung dengan berbagai usia, mulai dari dewasa hingga anak-anak. 

Dinamika Manusia dan Lingkungannya dalam Kacamata Seniman Kontemporer

Pameran “THE 5TH VH AWARD” menampilkan karya-karya para finalis acara penghargaan yang sama dengan tajuk pameran tersebut. THE 5TH VH AWARD merupakan salah satu anugerah seni terkemuka di Asia.

Karya-karya yang ditampilkan para seniman modern ini berbentuk gabungan visual, audio yang sangat apik. Setting pameran yang diatur sedemikian rupa membuat pameran ini sangat menarik. Tak jarang, para pengunjung datang untuk mengabadikan momen-momen ketika berkunjung. 

Memasuki seri kelima, karya Subash Thebe Limbu (Dharan) sebagai pemenang utama VH AWARD, beserta para finalis yang terdiri atas Zike He dari Guiyang, Riar Rizaldi dari Bandung, Su Hui-Yu dari Taipei, serta Zhenzhen Qi dan Yang Wang (zzyw) dari New York telah dipresentasikan di Museum MACAN sejak 29 Februari.

Seniman yang terpilih menampilkan interpretasi mereka mengenai teknologi yang kemudian membentuk hubungan dengan manusia yang ikut tumbuh bersama dengan tantangan sosial dan ekologi yang muncul dalam lini masa kehidupan manusia. 

Memberi ruang Anak dan Kreatifitas ala Rega Ayundya

Sedangkan karya perupa asal Indonesia, Rega Ayundya Putri berhasil menarik kalangan anak-anak untuk bersama membuat karya seni mereka sendiri. Karya seni yang ditampilkan Rega berupa fauna wastopia yang menampilkan mural, audio, dan aktivitas interaktif yang disebutkan sebelumnya.

Tak hanya anak-anak yang antusias menggabungkan bagian-bagian tubuh hewan hasil imajinasi mereka dan memberikan deskripsi, para orang tua yang menemanipun hanyut ikut menggunting, mewarnai hingga ikut membuat sendiri karya mereka. 

Sebagaimana diketahui, Museum MACAN menjadi museum seni modern dan kontemporer pertama di Indonesia, yang didirikan pada tahun 2017. Kata MACAN sendiri merupakan akronim dari “Modern and Contemporary Art in Nusantara”. Tentunya sejalan dengan nama tersebut, museum ini dikenal sebagai salah satu museum yang menghadirkan seni modern dan kontemporer di Jakarta. 

Adanya museum MACAN memberikan angin segar dalam mengedukasi sekaligus memberikan ruang interaksi terhadap masyarakat dan berbagai koleksi seni modern dan kontemporer yang berkembang di Indonesia maupun mancanegara. 

Untuk mengunjungi museum dengan koleksi mengajumkan ini bisa menggunakan peta elektronik dengan mengetik Museum MACAN yang berlokasi di AKR Gallery West Apartment atau yang lebih dikenal dengan AKR Tower Level. Museum ini tepatnya berada di Jl. Panjang No.5, Kb. Jeruk, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Akses menuju museum ini juga cukup mudah bagi warga Jakarta.

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi publik, seperti TransJakarta. Pengunjung yang menggunakan TransJakarta dapat menuju Halte Kebon Jeruk dan kemudian berjalan sekitar 10 menit atau 1 km dari Halte. 

Untuk mengetahui beragam kegiatan yang dilakukan di Museum MACAN, para pengunjung dapat mengakses informasinya melalui kanal Instagram @museummacan atau melalui website www.museummacan.org. Baca juga berbagai pengalaman kunjungan ke museum-museum ala Pras di www.candrawardhana.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *