Karya Imaginatif nan Interaktif Rega Ayundya Putri

Bagaimana jika masalah sampah yang terjadi secara drastis membuat banyak hewan disekitar kita bermutasi menjadi makhluk-makhluk baru dengan kemampuan super? Apakah kamu membayangkan ikan yang bisa berlari ? Atau seekor ayam yang dapat berenang? Pertanyaan ini apakah hanya imaginasi saja atau bisa saja terjadi?

Ya, diskursus mengenai perubahan iklim dan lingkungan memang sangat menantang bagi semua pihak. Seniman memiliki andil besar untuk memberikan pemahaman sekaligus pihak kreatif yang mengemas ide sulit menjadi lebih jelas di masyarakat. Salah satu karya yang berhasil membawa ini adalah showcase Rega Ayundya Putri.

Perupa asal Bandung ini, memberikan prespektifnya dalam isu perubahan iklim yang mempengaruhi makhluk hidup. Showcase ini ia beri tajuk “Fauna Wastopia”. Karya yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari mural, audio, hingga aktivitas menarik sekaligus edukatif-interaktif untuk anak-anak dan keluarga. Pameran ini secara umum mengeksplorasi isu kepunahan dan degradasi lingkungan karena pengelolaan sampah yang salah.

Set ruangan diatur sedemikian rupa untuk para pengunjung yang sebagian besar didominasi anak-anak. Di tembok-tembok pameran berjajar berbagai gambar-gambar mutan dan berbagai hewan yang bermutasi hasil imajinasi Rega. Rega menyoroti perubahan fisik atau fisiologi pada hewan sebagai dampak dari limbah beracun, sampah dan kerusakan lingkungan lainnya sebagai sebuah krisis yang parah.

Siapa Sebenarnya Rega ?

Mojang bandung kelahiran tahun 1988, merupakan perupa sekaligus dosen di dua universitas di Bandung. Bentuk karya Rega menggambarkan bentuk pelarian dan penyaluran dinamika yang ada di dalam pikirannya untuk menciptakan ruang pribadi yang layak melawan kebisingan budaya kontemporer yang begitu bergejolak. Rega banyak mengangkat topik fiksi spekulatif. Karyanya yang dipajang pada gelaran pameran ‘Voice Against Reason’ berhasil menyedot pengunjung untuk turut berpartisipasi dalam seni yang dibuatnya.

Rega Ayundya Putri - Foto by dgalleriejakarta
Rega Ayundya Putri – Foto by dgalleriejakarta.com/

Rega menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya di Fakultas Seni dan Desain, Institut Teknologi Bandung. Perupa ini memiliki berbagai pengalaman pendidikan seni di Melbourne hingga mendapat berbagai award seperti 2nd Prize Young Artist Award by Redbase Foundation 2016 dan Nominee: Best Album Artwork Anugerah Musik Indonesia 2013. Selain itu, Rega juga akktif dalam berbagai pameran seni baik di dalam maupun di luar negeri.

Bentuk Hewan Kreasi Kerusakan Lingkungan

Rega menginterpretasikan kekhawatirannya mengenai perilaku manusia yang tidak perduli dengan lingkungan sekitarnya. Dari pengalaman pribadi yang dimiliki, Rega menggambarkan hewan-hewan yang mengalami mutasi akibat kerusakan ini. Pesannya sangat jelas meski penuh imajinasi. Publik perlu menjaga keseimbangan ekosistem dan menyadari bahwa semua makhluk hidup punya peran dan nilai yang sama.

Fauna Wastopia
Fauna Wastopia di Museum MACAN – Foto by Museum MACAN

Display yang ditampilkan Rega berupa mural kota yang hancur sangat menarik. Dengan warna hitam putih memberikan kesan chaos yang menyatu dengan realita yang terjadi. Mural yang hancur ini menyatu dengan 28 hewan mutan yang lengkap dengan deskripsi berisi pesan yang disampaikan.

Misalnya, ikan yang memiliki kaki dan dapat berjalan di darat karena mutasi. Atau kecoak yang sejak lahir hidup tanpa memiliki kepala. Hewan-hewan ini berubah menjadi bentuk yang lebih menakutkan apabila kerusakan lingkungan terus terjadi. Pesan ini jelas tersampaikan dalam narasi yang dibangun Rega. Menurutku ini cukup menarik, karena membutuhkan imajinasi untuk menggambarkan bentuk hewan yang akan berevolusi.

Karya Rega Ayundya Putri dalam Fauna Wastopia
Ikan yang memiliki kaki karya Rega Ayundya Putri

Beri kesempatan untuk berimajinasi

Fauna Wastopia juga menyediakan tempat untuk para pengunjung mencoba menggabungkan, membuat, berimajinasi sekaligus berkreasi mengenai hewan yang berevolusi karena kerusakan lingkungan. Tentu, hal ini mengundang antusiasme semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Melalui kolaborasi interaktif dengan pengunjung, terutama anak-anak, Rega mengajak untuk merenung tentang dampak dari kelalaian manusia terhadap alam.

Hasilnya mengejutkan, banyak pengunjung yang turut berpartisipasi dengan gembira. Peralatan seperti potongan kertas kolase, krayon, lem dan peralatan lainnya disediakan secara cuma-cuma untuk pengunjung. Dari sini anak-anak dapat berkreasi menggabungkan bagian-bagian tubuh hewan untuk menciptakan spesies baru. Hasilnya, ada kucing unicorn, kadal kaki ayam dan sebagainya. Lucu, meski beberapa juga menjadi bentuk yang luar biasa tidak terbayangkan sebelumnya. Dari sini terlihat bahwa daya imajinasi anak yang dirangsang dengan kegiatan atraktif sangat mengesankan. Karya mereka dapat dibawa pulang atau ditempelkan di tembok bersama dengan karya-karya lainnya.

Untuk mengetahui pameran yang akan dilakukan Rega selanjutnya bisa langsung mengunjungi kanal Instagaram Rega. Tak hanya melalui kanal Instagram pribadi Rega, kalian juga bisa mengunjungi kanal media sosial hingga website candrawardhana.com untuk mendapatkan berbagai sudut pandang pras dalam berbagai seni dan budaya disekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *